Proses Pembuatan Keju Dari Susu Sampai Jadi Keju
Penasaran dengan proses pembuatan Keju yang lengkap, nah kali ini kita akan kupas tentang proses pengerjaan keju mulai dari dikala masih berbentuk susu hingga akhir diproses menjadi keju siap konsumsi.
Daftar Tulisan
Apa itu keju?
Keju bantu-membantu yaitu masakan yang dihasilkan dengan cara memisahkan zat-zat padat dalam susu lewat proses pengentalan atau koagulasi. Proses pengentalan ini dijalankan dengan perlindungan kuman atau enzim tertentu yang disebut rennet.
Keju yang dikenal di pasaran ialah protein susu (kasein) yang digumpalkan dan dicetak (berupa batangan). Penggumpalan terjadi alasannya adalah acara enzim renin dan basil asam laktat. selamat membaca.
Kapan keju mulai di dapatkan?
Penemuan keju sebetulnya dimulai oleh masyarakat prasejarah yang mulai meninggalkan gaya hidup nomaden (berpindah-pindah) dan beralih menjadi beternak (kambing, domba maupun sapi). Dari beternak, masyarakat menerima banyak susu dan mulai menyimpannya dalam bejana dari tanah liat ataupun kayu.
Karena kurangnya kebersihan, terkena sinar matahari secara langsung atau panas dari api maka susu dalam bejana tersebut menjadi asam dan kental. Setelah dicoba ternyata susu tersebut masih mampu dikonsumsi. Itulah pertama kalinya insan mendapatkan keju krim asam (sour cream cheese), Keju krim elok (sweet cream cheese) juga didapatkan secara kebetulan.
Manfaat keju
Keju ternyata mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan badan. Konsumsi keju mampu membantu dalam memenuhi kebutuhan kalsium, protein, fosfor, dan vitamin serta mineral yang dibutuhkan badan. Keju juga berguna untuk perkembangan dan kesehatan tulang Misalnya pertumbuhan dan penguatan gigi. Selain itu keju merupakan materi masakan dan camilan yang banyak mengandung kalori.
Namun, beberapa jenis keju juga mengandung kalori, lemak, dan garam yang tinggi.
Macam-macam bentuk dan Rasa Keju
Bentuk dan rasa keju ada aneka macam macam tergantung pada jenis air susu yang digunakan, bakteri atau jamur yang dipakai, dan lamanya proses fermentasi dan penyimpanannya.
Proses Pembuatan Keju
Proses pengerjaan keju pada dasarnya sama walaupun ada ratusan jenis keju yang diproduksi di seluruh dunia. setiap kawasan Keju mempunyai gaya dan rasa yang berlainan-beda, tergantung jenis air susu yang digunakan, jenis bakteri atau jamur yang dipakai dalam fermentasi, usang proses fermentasi maupun penyimpanan .Faktor lain misalnya jenis masakan yang dimakan oleh mamalia penghasil susu dan proses pemanasan susu.
Ada lima tahapan utama dalam pengerjaan keju:
1. Pengasaman
Pada proses ini susu dipanaskan semoga kuman asam laktat (Streptococcus dan Lactobacillus) dapat tumbuh. Bakteri-basil ini akan memakan laktosa pada susu dan merubahnya menjadi asam laktat.
Saat tingkat keasaman meningkat, zat-zat padat dalam susu (protein kasein, lemak, beberapa vitamin dan mineral) menggumpal dan membentuk dadih (semacam busa).
2. Pengentalan
Bakteri rennet disertakan ke dalam susu yang dipanaskan
tadi, lalu menciptakan protein menggumpal dan membagi susu menjadi bab cair (air dadih) dan padat (dadih).
Rennet bisa mengganti gula dalam susu menjadi asam dan protein yang ada menjadi dadih. Jumlah kuman yang dimasukkan dan suhu susu sangatlah penting bagi tingkat kepadatan keju.
Proses ini memakan waktu antara 10 menit sampai 2 jam, tergantung terhadap banyaknya susu dan juga suhu dari susu tersebut.
Air dadih umumnya dibuang tetapi bisa juga digunakan untuk membuat keju seperti Ricotta dan Cypriot hallumi.
Saat ini Sebagian besar keju dibentuk memakai rennet , namun zaman dahulu saat keju masih dibentuk secara tradisional, getah daun dan ranting pohon ara digunakan selaku pengganti rennet.
3. Pengolahan dadih
Setelah perlindungan rennet, proses selanjutnya dadih diiris dan dicincang menggunakan tangan atau dengan perlindungan mesin supaya mengeluarkan lebih banyak air dadih.
Dengan menggunakan dukungan suatu alat (berbentuk seperti kecapi) dadih keju dihancurkan menjadi butiran-butiran kecil,semakin halus maka semakin banyak air dadih yang dikeringkan akan menghasilkan keju yang lebih keras.
4. Persiapan sebelum pematangan
beberapa antisipasi pada dadih
Pencetakan
Saat dadih mencapai ukuran sesuai dadih dipisahkan dan dicetak. Sebelum dituang ke dalam cetakan, dadih tersebut dikeringkan terlebih dahulu kemudian mampu ditekan lalu dibuat atau dipotong.
Penekanan
Keju ditekan sesuai dengan tingkat kekerasan yang diharapkan. Untuk keju lunak, pementingan tidak dilakukan sebab berat dari keju tersebut telah cukup berat untuk melepaskan air dadih. Begitupun halnya dengan keju iris, berat dari keju tersebut menentukan tingkat kepadatan yang diharapkan.
Meskipun demikian, sebagian besar keju melalui proses penekanan. Waktu dan intensitas pementingan berlawanan-beda bagi setiap keju.
Pengasinan
Setelah keju dibuat,dikerjakan penambahan garam supaya keju tidak tawar.
Keju mampu diasinkan dengan empat cara yang berlainan.
- pertama, garam ditambahkan eksklusif ke dalam dadih.
- Cara yang kedua yakni dengan menggosokkan atau menaburkan garam pada bab kulit keju.Hal ini menjadikan kulit keju terbentuk dan melindungi bab dalam keju semoga tidak matang terlalu cepat.
- Keju-keju yang berskala besar diasinkan dengan cara direndam dalam air garam. Perendaman keju mampu menghabiskan waktu beberapa jam sampai berhari-hari.
- Cara yang terakhir yakni dengan mencuci bab permukaan keju dengan larutan garam.
manfaat Selain memberikan rasa, garam juga menghilangkan air berlebih, mengeraskan permukaan, melindungi keju supaya tidak mengering serta mengawetkan dan menolong memurnikan keju dikala memasuki proses maturasi.
5. Pematangan
Pematangan (ripening) yaitu proses yang mengubah dadih segar menjadi keju yang sarat dengan rasa.
Pematangan disebabkan oleh basil atau jamur yang dipakai pada proses bikinan. Karakter final dari keju banyak diputuskan dari jenis pematangannya.
Selama proses pematangan, keju dijaga agar berada pada temperatur dan tingkat kelembaban tertentu sampai keju siap dimakan.
Waktu pematangan beraneka ragam mulai dari beberapa ahad untuk keju lunak sampai beberapa hari untuk keju keras mirip Parmigiano-Reggiano.
Teknik khusus Lain
Ada beberapa teknik yang bisa dijalankan sebelum proses pematangan untuk memengaruhi tekstur dan rasa final keju:
- Peregangan: (Stretching) Dadih diusung dan kemudian diadoni dalam air panas untuk menghasilkan tekstur yang berserabut. Contoh: keju Mozzarella dan Provolone.
- Cheddaring: Dadih yang sudah diiris ditumpuk untuk menghilangkan kelembaban, lalu digiling untuk waktu yang cukup lama. Contoh: keju Cheddar dan Keju Inggris yang lain.
- Pencucian: Dadih dicuci dalam air hangat untuk menurunkan tingkat keasamannya dan menjadikannya keju yang rasanya lembut. Contoh: keju Edam, Gouda, dan Colby.
- Pembakaran Bagi beberapa keju keras, dadih dipanaskan sampai suhu 35 °C(95 °F) sampai 56 °C(133 °F) yang kemudian menjadikan butiran dadih kehilangan air dan membuat keju menjadi lebih keras teksturnya. Proses ini sering disebut dengan ungkapan
burning (pembakaran). Contoh keju: Emmental, Appenzell dan Gruyère.

pengerjaan keju
Proses pengerjaan keju sederhana
kalau anda kepincut dan ingin mencar ilmu sendiri anda mampu mencoba proses pengerjaan keju berikut:
1. Bahan dan alat:
- Susu segar
- Air jeruk lemon
- Garam seperlunya
- Panci pemanas
- Saringan dan lain-lain
2. Proses pembuatan:
- Keju dipanaskan dalam panci sambil diaduk sampai mendidih (sekitar 90 derajat Celcius ).
- Selanjutnya susu dinginkan sampai suhu 30 derajat Celcius.
- Tambahkan air jeruk dan aduk hingga terpisah antara zat padat pada susu dengan zat cair.
- Masukkan cuka dan aduk beberapa menit.
- Saring gumpalan susu padat sehingga betul-betul terpisah dengan air.
- Tambahkan garam seperlunya pada gumpalan keju
- biarkan beberama menit kemudian simpan diwadah dalam lemari es.
Comments
Post a Comment